Home / Cerita Tante / Cerita Sex: Dengan Mawar, Tante Kesepian

Cerita Sex: Dengan Mawar, Tante Kesepian

Agen Judi Online

Aku termasuk pria yang paling suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Itu mulai dari umurku yang ke-25, sekarang umurku sudah mencapai 29 tahun. Memang tidak semua wanita yang lebih tua termasuk kesukaanku. Karena aku paling senang melihat yang terutama kulitnya berwarna kuning langsat. Apalagi ibu-ibu yang kerut mukanya tidak kalah dengan anak perawan saat ini. Ada kemungkinan biasanya mereka paling teratur merawat badan mulai dari minum jamu hingga luluran. Baiklah aku akan mulai langsung cerita sex ku dengan tante Mawar yang kesepian ini, cerita ini adalah benar kenyataan dan tidak ada yang ku rekayasa kecuali nama.

Cerita Sex Dengan Mawar, Tante Kesepian

Sebulan yang lalu aku pergi kerumah sepupuku Budi di daerah Bogor, kebetulan rumahnya berada didalam gang yang tidak bisa masuk mobil. Jadi mobilku aku parkir di depan gang dekat sebuah salon. Setiba dirumah Budi, aku disambut oleh istrinya. Memang istri si Budi yang bernama Shinta 30 tahun memang dikategorikan sangat sexy, apalagi dia hanya mengenakan daster.

“Mas Budi sedang ke Pak RT sebentar Mas, nanti juga balik,” sapa si Shinta.
“Oh ya..” jawabku singkat.

Aku disuruh duduk diruang tamu, lalu dia kembali dengan secangkir teh manis, karena kursi diruang tamu agak pendek, maka dengan tidak sengaja aku dapat melihat persis gundukan kedua belah dada Shinta yang tidak mengenakan BH. Wah pagi-pagi sudah dibuat pusing nich pikirku. Tapi aku hilangkan pikiranku jauh-jauh, karena aku pikir dia sudah termasuk keluargaku juga.

Akhirnya setelah Budi tiba, kami bertiga ngobrol hingga sore hari. Lalu aku izin untuk menghirup udara sore sendirian, karena aku akan nginap dirumah si Budi hingga besok pagi. Aku berjalan kedepan gang sambil melihat mobilku, apakah aman parkir disana. Setelah melihat mobil aku mampir ke salon sebentar untuk gunting rambut yang kebetulan sudah mulai panjang. Disana aku dilayani oleh seorang tante, usia kurang lebih 40-45 tahun, kulit kuning langsat, body seperti layaknya seorang ibu yang umurnya seperti diatas, gemuk tidak, kurus tidak, sedangkan raut mukanya manis dan belum ada tanda-tanda keriput dimakan usia, malah masih mulus, saya rasa tante tsb sangat rajin merawat tubuhnya terutama mukanya.Namun sayangnya ia sangat kesepian dan butuh belaian tampaknya.

“Mas mau potong rambut atau creambath nich,” sapa tante tersebut.
“Mau potong rambut tante” jawabku.

Singkat cerita setelah selesai potong rambut tante tersebut yang bernama Mawar menawarkan pijat dengan posisi tetap dibangku salon. Setelah setuju sambil memijat kepala dan pundak saya, kami berkomunikasi lewat cermin di depan muka saya.

“Wach pijatan tante enak sekali” sapaku.
“Yach biasa Mas, bila badan terasa cape benar, memang pijatan orang lain pasti terasa enak” jawabnya.
“tante juga sering dipijat kalau terlalu banyak terima tamu disalon ini, soalnya cape juga Mas bila seharian potong/creambath rambut tamu sambil berdiri” jawabnya lagi.
“Sekarang tante terasa cape enggak” tanyaku memancing.
“Memang Mas mau mijitin tante” jawabnya.
“Wach dengan senang hati tante, gratis lho.. kalau enggak salah khan biasanya bila terlalu lama berdiri, betis ibu yang pegal-pegal, benar enggak bu?” pancingku lagi.
“Memang benar sich, tapi khan susah disini Mas” jawab Bu Mawar sambil tersenyum.

Naluriku langsung berjalan cepat, berarti Bu Mawar ini secara tidak langsung menerima ajakanku. Tanpa buang-buang waktu aku berkata “tante khan punya asisten disini, gimana kalau aku pijit tante diluar salon ini?” pancingku lagi.

“Mas mau bawa tante kemana?” tanya tante Mawar.
“Sudahlah bu.. bila Bu Mawar setuju, saya tunggu ibu dimobil di depan salon ini, terserah ibu dech mau bilang/alasan kemana ke asisten tante” tante Mawar mengangguk sambil tersenyum kembali.

Singkat cerita kami sudah berada didalam hotel dekat kebun raya Bogor. Tante Mawar mengenakan celana panjang, dengan baju terusan seperti gamis. Aku mempersilahkan Tante Mawar telungkup diatas tempat tidur untuk mengurut betisnya, dia mengangguk setuju.

“Enggak nyusahin nich Mas”
“Tenang saja tante, enggak bayar koq tante, ini gratis lho.” jawabku.

Lalu aku mulai mengurut tumit ke arah betis dengan body lotion. Celana panjang tante Mawar aku singkap hingga ke betisnya, tapi karena paha tante Mawar terlalu besar ujung celana bagian bawah tidak bisa terangkat hingga atas. Ini dia kesempatan yang memang aku tunggu.

“tante maaf nich, bisa dibuka saja enggak celana ibu masalahnya nanti celana ibu kena body lotion, dan aku memijatnya kurang begitu leluasa, nanti ibu komplain nich”

Kulihat tante Mawar agak malu-malu saat membuka celana panjangnya, sambil langsung melilitkan handuk untuk menutupi celana dalamnya. Lalu aku mulai memijit betis beliau dengan lotion sambil perlahan-lahan menyingkap handuknya menuju pahanya. Kulihat dari belakang Bu Mawar hanya mendesah saja, mungkin karena terasa enak pijitanku ini. Saat mulai memijit pahanya body lotion aku pergunakan agak banyak, dan handuk sudah tersingkap hingga punggungnya.

Aku mulai renggangkan kedua kaki Bu Mawar, sambil memijat paha bagian dalam. Tampaknya tante Mawar menikmatinya. Tanpa buang waktu dalam keadaan terlungkup aku menarik celana dalam tante Mawar ke bawah sambil berkata

“Maaf ya tante”.

Dia hanya mengangguk saja sambil terpejam matanya, mungkin karena Bu Mawar sudah mulai terangsang saat aku pijit pahanya dengan lotion yang begitu banyak.

Wow kulihat pantat Bu Mawar tersembul dengan belahan ditengahnya tanpa sehelai rambut yang mengelilingi vagina ibu tersebut. Aku mulai lagi memijit paha bagian atas hingga ke pantatnya dengan menggunakan kedua jempolku. Kutekan pantat Bu Mawar hingga belahannya agak terbuka lebar, dengan sekali-kali aku sapu dengan keempat jariku mulai dari vagina ke atas hingga menyentuh lubang anusnya.

“Och.. Och..”

Hanya itu yang keluar dari mulut Bu Mawar, rupanya dia mulai sangat amat terangsang, tapi dia type yang pasif, hanya menerima apa yang akan diperbuat kepadanya. Aku mulai nakal, kulumuri kelima jariku dengan lotion lalu aku mulai sapu dari anus hingga kebawah ke arah vagina ibu Mawar dan diimbangi dengan makin naiknya pantat Bu Mawar.

“Och.. Och.. Mas teruskan Mas.. Och..”

Pelan-pelan kumasukan jari telunjuk dan tengah ke dalam vaginanya, lalu kukocok hingga mentok kedinding bagian dalam vagina, sambil perlahan-lahan jempolku menekan lubang anus Bu Mawar. Kulihat Bu Mawar agak meringis sedikit, tapi tetap tidak ada sinyal menolak. Jempolku sudah masuk ke dalam anus Bu Mawar, perlahan-lahan sambil kulumuri agak banyak body lotion kukocok juga lubang anus Bu Mawar, hingga sekali tekan jempolku masuk ke lubang anus, sedangkan jari telunjuk dan tengah masuk ke vaginanya, dan aktifitas itu aku lakukan hingga 3 menit.

Dan kulihat Bu Mawar sudah tidak lagi meringis tanda kesakitan disekitar lubang anusnya, tapi sudah terlihat diwajahnya rasa kenikmatan, meskipun matanya terus terpejam hanya beberapa kali tersengah.

“Och.. Och..”

Setelah itu aku jilat kuping Bu Mawar dengan lidahku sambil berbisik.

“Aku masukan yach Bu kontolku”

Ibu Mawar hanya mengangguk setuju tanpa membuka matanya. Lalu aku buka seluruh pakaianku, lalu aku ganjel perut Bu Mawar dengan bantal yang kulipat, supaya pantat dan lubang vaginanya agak menguak ke atas. Lalu aku masukan kontolku ke dalam vagina Bu Mawar dan kukocok hingga 15menit, lalu kulihat lendir putih sudah mulai keluar dari lubang vagina Bu Mawar.

Rupanya Bu Mawar sudah mencapai klimaks hingga mengeluarkan pejunya duluan, lalu aku seka dengan handuk dan kuayun kembali kontolku hingga 15 menit kemudian, hingga Bu Mawar mencapai klimaks yang kedua kali. Sedangkan kontolku makin tegang saja tanpa isyarat akan memuncratkan peju. Karena sudah pegal juga pinggangku, aku ambil body lotion kulumuri anus Bu Mawar sambil kubuka lubang anus tersebut hingga masuk ke dalam, lalu aku pelan-pelan menekan ujung kontolku hingga masuk ke dalam anus Bu Mawar.

“Och.. Pelan-pelan Mas..” Bu Mawar mengeluh.

Terus kutekan kontolku hingga masuk ke dalam anus Bu Mawar, lalu pelan-pelan aku cabut kontolku. Memang kontolku terasa amat terjepit oleh lubang anus Bu Mawar, ini membuat aku mulai terangsang. Kutekan lagi kontolku ke dalam lubang anus Bu Mawar, dan pelan-pelan mulai kukocok lubang anus Bu Mawar dengan kontolku ini sambil melumuri body lotion supaya lubang anus Bu Mawar tidak lecet, terus kulakukan aktifitas ini hingga 5menit dan tiba-tiba peju dikontol mulai mengadakan reaksi ingin berlomba-lomba keluar. Lalu kucabut kontolku, dan kulepaskan seluruh pejuku bertebaran diatas sprei.

Setelah itu Bu Mawar langsung membersihkan badannya kekamar mandi, lalu kususul Bu Mawar di kamar mandi yang sudah tanpa sehelaipun benang ditubuhnya, lumayan bodynya cukup montok, tetenya sudah agak kendur tapi masih menantang seperti buah pepaya yang masih tergantung dipohon, perutnya juga sudah mulai ada lipatan lemaknya, tapi tetap enak dipandang, karena memang warna kulitnya seluruhnya kuning langsat. Lalu aku bantu Bu Mawar saat hendak memakai sabun ditubuhnya, demikian juga aku dibantu juga oleh Bu Mawar.

Setelah selesai mandi kontolku mulai bangun kembali, lalu kuminta Bu Mawar untuk main kembali, Bu Mawar memberikan isyarat ok. Dan kusuruh Bu Mawar duduk dikursi tanpa mengenakan pakaian selembarpun, kuangkat kedua kakinya ke atas dengan posisi mengangkang lalu kusuruh Bu Mawar memeluk kakinya kuat-kuat, lalu aku jongkok dan mulai menyapu vagina Bu Mawar dengan lidahku, sambil jari telunjukku ikut masuk ke dalam vagina bagian bawah sambil mengocoknya. Disini Bu Mawar tampak mendesah agak keras.

“Och.. Och.. Och.. Masukan saja Mas.. Aku enggak kuat”

Tanpa buang waktu lagi karena memang kontolku mulai keras kembali, kutekan kontolku ke dalam lubang vagina Bu Mawar kembali sambil setengah berdiri, sedangkan kedua kaki tante Mawar sudah bersandar di depan bahuku, terus kusodok vagina tante Mawar dengan kontolku, hingga 30 menit lebih aku belum bisa juga mengeluarkan pejuku. Lalu kuminta Tante Mawar untuk mengisap kontolku supaya cepat keluar pejuku ini.

Kedua kakinya kuturunkan lalu aku memegang kedua pipinya ke arah kontolku, lalu aku memasukan kembali kontolku ke dalam mulut Tante Mawar, disini kulihat Tante Mawar mengimbangi dengan isapan serta air liurnya yang mulai menetes dari mulutnya untuk membuatku cepat mencapai puncak. Memang benar-benar lihai Bu Mawar, sebelum mencapai waktu lima menit aku sudah tidak tahan lagi menahan pejuku muncrat didalam mulutnya.

Setelah itu kami berdua membersihkan diri kembali kekamar mandi, lalu kami kembali ke salon Tante Mawar. Sebelum keluar dari mobil, aku sempat berbisik kepada Tante Mawar. Memang yang lebih tua, sangat paham dalam pengalaman dalam hal ini dibanding dengan yang masih muda. Tante Mawar hanya tersenyum manis saja, sambil turun dari mobilku dan kembali masuk ke dalam salonnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close Button
Situs Togel Terpercaya