Home / Cerita Pemerkosaan / Cerita Sex: Sebelum Menjadi Model TOP

Cerita Sex: Sebelum Menjadi Model TOP

Agen Judi Online

CeriSeks.com Situs Cerita ABG, Cerita Janda, Cerita Mahasiswi, Cerita Mesum, Cerita Pemerkosaan, Cerita Porno, Cerita Sedarah, Cerita Selingkuh, Cerita Sex Terbaru 2017, Cerita Tante, Cerita Threesome – Kisah dibawah ini merupakan kisah nayat dari model yang mengalami kecelakaan saat menaiki pesawat, dimana sang model menghadiri sesi pemotretan di papua dengan warga sekitar, setelah selesai waktunya pulang ke ibukota serombongan tapi karena memang nasib tak berpihak pesawat yang di tumpangi saat lepas landas mengalami kerusakan pada mesin sehingga pesawat tersebut jatuh dengan penumpang penumpangnya.

Tapi ada salah satu model namanya Devi yang selamat selama pesawat jatuh 3 hari, devi sangat beruntung dan tak mengerti kenapa dia juga bisa selamat dan dia merupakan korban yang satusatunya jadi saksi mata dan tetap hidup.

Devi adalah salah seorang top model indonesia, gambarnya kerap menghiasi berbagai majalah , terutama majalah pria. Di usianya yg relatif masih muda ia sudah mendapatkan kehormatan sebagai top model papan atas.

Tentu saja selain bakat , Devi juga ditunjang dengan fisik yg luar biasa, rambutnya yg panjang pernah membawanya menjadi icon sebuah produk shampo terkemuka, belum lagi pinggulnya yg aduhai ditambah buah dada 32B yg indah menggoda, dan juga wajahnya yg cantik dengan darah sedikit oriental.

Gaun malam yg dikenakan malam Devi saat ini tentu tak banyak menolong menghadapi ganasnya cuaca di rimba liar ini , namun hanya inilah pakaian yg tersisa. Suhu di hutan itu pada siang hari bisa mencapai 38 derajat celcius, pakaian Devi kini seolah telah menempel pada kulitnya langsung.

Pada malan hari , panas berganti menjadi dingin yang menusuk tulang. Pada hari pertama Devi hanya bisa berdiam diri di dalam puing pesawat, mencoba bertahan hidup dengan sisa makanan yg ia temukan, tak selangkah pun ia berani keluar.

Di hari kedua, pesawat tersebut ditemukan oleh suku asmat, namun Devi tak berani menampakan diri atau meminta pertolongan, ia terpengaruh oleh berbagai cerita buruk tentang suku asli papua, hingga ia hanya bersembunyi sampai mereka pergi. Devi berharap diantara suku asmat tersebut ada yg cukup mengerti untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

Hari ketiga , Devi mulai tak nyaman dengan tempat berlindungnya. Mayat mayat para penumpang lain dapat mengundang bahaya yg lebih besar, mayat tersebut dapat mengundang binatang buas atau binatang lainnya mendekati puing pesawat, apalagi ditambah masalah persediaan makanan. cepat atau lambat makanan dan minuman yg tersedia akan habis juga, sementara belum ada tanda tanda regu penolong akan tiba

Akhirnya Devi memutuskan akan mencari sendiri pertolongan dan meninggalkan lokasi kecelakaan, ia merasa tim penolong tak akan menemukannya disini, ia pun mengumpulkan makanan yg tersisa dan mulai berjalan meninggalkan lokasi.

Pagi pagi sekali di hari keempat, Devi pergi mencari pertolongan. suatu perjuangan berat bagi Devi karena ia tak terbiasa berjalan di tengah hutan jauh dari dunia gemerlapnya apalagi pakaiannya sangat tidak mendukung sekali.

Pagi yg sejuk segera berubah menjadi panas yg menyengat di tengah hutan, Devi terlihat mulai kepayahan namun ia terus berjalan. Satu jam berjalan, Devi sudah bermandikan keringat, gaunnya sudah tercetak menempel di tubuhnya, ia pun beristirahat sejenak. Puing pesawat measih terlihat dari kejauhan, Devi menatap nanar , ia tak tahu harus berapa lama lagi berjalan.

Tiba tiba dari kejauhan Devi melihat ada bubungan asap, sepertinya dari api unggun atau perkampungan.sejenak Devi tercekat sampai akhirnya ia memutuskan untuk menuju arah asap tersebut.

Sedikit berlari Devi bergegas mendekat, semakin dekat ia mencium bau harum masakan seperti daging panggang, sedikit harapan muncul di benak Devi. Dari kejauhan ia melihat tenda dan bebrapa orang yg sepertinya orang kota. Devi pun semakin mempercepat langkahnya.

Kemunculan Devi di perkemahan tersebut sempat mebuat terkejut para penghuninya yg ternyata semuanya pria, kelihatannya mereka adalah pemburu.

“weleh, weleh, weleh, ada bidadari nyasar nih……” kata si jenggot

“kayanya aku kenal nih…kaya yg ada di majalah itu kan…?” ujar si codet

“jangan jangan yg kemaren itu ada di berita, yg pesawat jatuh di papua katanya” kata yg lain

Devi sedikit lega mereka mengenalinya ” betul , saya Devi , pesawat kami jatuh gak jauh dari sini, tolong antar saya ke kota terdekat..nanti akan ada imbalannya” si jenggot tertawa, “ha hah ahahaha…hadiah ya….kenapa menunggu kalau hadiahnya sudah di depan mata..?”

Devi menyadari ada yg tidak beres disini, mereka kelihatannya bukan orang baik baik. namun belum sempat berbuat banyak salah seorang dari mereka menangkapnya,

“ayo…kapan lagi nih….bisa ngerasain super model kaya gini..hehehehe..?’

“biar..aku dulu man…” kata si codet

“enak aja kamu…aku yg nagkep..geu duluan dong…..” kata si gendut yg menangkap Devi
saat mereka bertengkar, Devi dapat celah untuk kabur, ia berontak dan langsung berlari secepat mungkin

namun kondisi fisik Devi tentu saja tak menunjang untuk melawan mereka, apalagi ia sudah kelelahan. apalagi mereka semua kelihatan sudah hafal seluk beluk hutan ini.

Si codet tiba tiba muncul menghadang langkah Devi dan langsung menubruk Devi jatuh, dengan sisa tenaga yg ada Devi mencoba tetap melawan, ia tendang selangkangan si codet. IA pun kembali lolos , dan terus berlari tak mempedulikan nafasnya yg kian habis.

Bajunya sudah terkoyak koyak oleh ranting pohon saat ia berlari , beberapa bagian tubuhnya mengalami luka gores, namun ia terus berusaha lari. namun makin lama tenaganya makin habis, apalagi panas terik mulai membakar habis energinya. sebuah pondok di kejauhan membangkitkan lagi semangatnya, ia bergegas menuju kesana, di dinding pondok tersebut tercetak nama sebuah perusahaan penambang emas di papua.

Dengan panik Devi menggedor pintu pondok tersebut. pintu akhirnya terbuka , muncul seorang pria berpakaian petugas keamanan , kelihatan bersiaga dengan senjatanya.

“tolong saya..” kata Devi lalu menjelaskan kejadian yg terjadi dari awal. satpam itu terdiam sejenak lalu berkata,

” di dalam ada telepon, pakai saja, biar saya jaga disini kalu kalau mereka datang..”

Devi segera menuju ke dalam mencari telepon, ruangan pondokan itu kelihatnnya kurang terawat dan agak bau apek. Devi akhirnya menemukan telepon, namun ternyata tak ada nada sambung. Ia coba berkali kali namun ternyata telepon itu mati.

“maaf , pak..teleponnya….” Devi tak dapat meneruskan kata katanya, orang orang yg mengejarnya kini sudah ada disana.

“thanks bro…..kamu emang paling top..” kata si jenggot sambil meberi sejumlah uang pada satpam itu
“hehehe..selamat menikmati,..boss” kata satpam itu lalu keluar.

Devi sadar ia kini justru terjebak di sarang penyamun. ia tak mampu melawan lagi saat si gendut menangkapnya dan membawanya ke sbuah kamar di pondokan tersebut.

si gendut mendorong Devi ke tempat tidur , dan dengan borgol dari satpam ia memborgol tangan Devi ke atas kepalanya , terikat ke hulu tempat tidur.si gendut tak buang waktu lagi..”hehehehe…show time……..hehehehe” ia berbisik dan dengan cepat merobek seluruh pakaian Devi dan hanya menyisakan bra dan CD.

itupun tak lama, si gendut dengan cepat menarik bra Devi , membuat buah dada Devi yg indah terlihat begitu menggiurkan, buah dada Devi bergerak naik turun seirama denga nafas Devi yg panic

“hmm..indah……pasti nikmat juga..hehehehehe…..”

Devi dapat merasakan angin dingin bersentuhan langsung dengan tubuhnya yg telanjang. Ia mengerang dan menggelinjang saat si gendut dengan penuh nafsu meraup buah dada Devi dengan mulutnya dan menyedotnya bagai bayi raksasa yg kelaparan, sementar buah dada yg lain ia remas remas. sejenak ia menghentikan aksinya dan dengan pisau ia merobek cd Devi, kini Devi terbaring terikat telanjang bulat disaksikan banyak mata yg memandanginya penuh nafsu.

si gendut membenamkan kepalanya diantara kaki Devi, membuat Devi menarik nafas panjang. ia tak mampu bersuara lagi apalagi bergerak seluruh kejadian ini telah menghabiskan seluruh energinya. si gendut dengan kasar menjilati dan menyedot vagina Devi , sementara kedua tangannya tak lepas dari buah dada ranum itu, ia remas dan cubiti putingnya, membuat Devi amat kesakitan

Devi sempat beberapa kali mecoba meronta, namun dengan tangan terborgol , ap yg bisa dia lakukan..? tiba tiba tubuh Devi mengejang dan menggelinjang saat lidah si gendut menyentuh bagian sensitive clitorisnya. si gendut tahu ia telah berhasil menemukan G spot Devi , maka ia rangsang terus dengan lidahnya beberapa saat baru kemudian ia sedot sedot. diam diam Devi mulai menikmati apa yg dilakukan si gendut.

“hahaha..dasar..model perek……keenakan kamu ya…hahahaha…”Devi tak menjawab , sebuah sensasi kehangatan menyebar di bagian sensisitifnya.

“sekarang…saatnya berkenalan sama adik aku..hehehehe..” kata si gendut sambil melepaskan seluruh pakaiannya, kontolnya terlihat besar dan menakutkan di mata Devi.

Dengan ketakutan , Devi meronta ronta , namun posisinya tak menolongnya. ia berusaha membalikan tubuhnya ketika kontol si gendut mendekati vaginanya, namun sia sia. Dengan kasar dan brutal kontol besar si gendut mencoba menerobos masuk vagina Devi.

baru sepertiga bagian yg masuk rasa sakit yg tak tertahankan dirasakan Devi, ia kembali meronta ronta berharap benda tersebut dicabut keluar dari vaginanya, namun yg terjadi justru kontol tersebut terbenam semakin dalam di kehangatan vagina Devi.

Devi mengerang kesakitan ,saat vaginanya harus menanggung beban berat tersebut, sampai akhirnya seluruh kontol si gendut terbenam di dalamnya. selama hidupnya ia belum pernah merasakan penghinaan dan pelecehan seperti ini. Dengan mata berkaca kaca dan terdiam karena frustasi , ia memandangi wajah jelek si gendut.mata si gendut terpejam menikmati sempitnya vagina Devi, ia menggeram bagai seekor babi, kadang air liur menetes dari mulutnya.

“UUHHH…bener bener super model nih..nikmat bener..” gumam si gendut. si codet datang mendekat ,” gantian dong men…..emang elo doang yang ngiler…?”

“enak aja kamu…..tunggu giliran dong…tanggung nih..” kat si gendut sambil terus menggenjot tubuh indah Devi.

Si gendut terus bergerak maju mundur di atas tubuh Devi. gesekan antara kontol dan bagian sensitif vagina Devi , sangat membuat Devi tidak nyaman. si codet yg sudah tak tahan langsung bergabung , ia meremas remas dan menyedot nyedot buah dada Devi.

Karena sedang melayang menikmati vagina sempit Devi , si gendut tak mempedulikan lagi si codet. sementara para pemburu yg lain hanya ngiler menunggu giliran, jelas sekali jika si gendut dan si codet adalah pimpinan mereka sehingga tak ada yg berani ganggu.

Diserang sekaligus oleh gendut dan codet membuat pertahanan Devi kian melemah. sedikit banyak ia mulai menikmati mulut basah codet di buah dadanya, bergantian kiri dan kanan. si gendut masih semangat memompa masuk kontolnya, dan rasa sakit Devi perlahan berubah menjadi suatu kenikmatan. Devi tak bisa menahan lagi saat cairan hangat keluar dari vaginanya , membuat gerakan kontol si gendut makin lancar. si gendut juga merasakan hal itu , tanpa kondom ia bisa merasakan cairan itu memperlancar gerak kontolnya , ia pun mempercepat genjotannya.

“hahahaha…basah juga kamu…hahahaha…pura pura aja sih…..hahahaa….” si gendut tertawa puas. Devi hanya terdiam malu, ia merasa sangat terhina sekali, namun di sisi lain ia mulai menikmati semua ini.

Devi merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri , ketika tubuhnya kelihatan menerima berbagai rangsangan tersebut, pikirannya tetap berkata tidak dan terus melawan. Devi menggeleng geleng kepala dengan frustasi, dan semua penerimaan tubuhnya pada rangsangan para pemerkosanya justru malah membuat pemerkosanya semakin melayang penuh kenikmatan.

si gendut semakin cepat memompa, membuat Devi mengerang dan merintih , entah kesakitan atau menikmati, si codet masih asyik dengan buah dada Devi. tubuh Devi mengejang dan terdiam saat ia merasakan si gendut mencapai klimaks. ia dapat merasakan semburan demi semburan hangat memasuki tubuhnya, barulah ia menjerit dan menangis , menyesali semua itu, jika sampai hamil maka hancurlah seluruh karir modelnya. setelah beberapa menit , barulah si gendut menarik kontolnya keluar,sisa siSa sperma masih menetes membasahi vagina Devi.

tubuh Devi melemah ,seluruh tubuhnya terasa letih, bagai tak ada tenaga sedikitpun yg tersisa, namun penderitaan Devi belum berakhir. si codet mendorong si gendut dan menggantikan posisinya , ia sudah telanjang bulat, kontolnya memang tak sebesar si gendut, namun kelihatan lebih panjang. vagina yg basah membuat kontol codet dengan mudah masuk.

“jangann…” rintih Devi “saya..capeek..cuukuup…”

“hehehehe..jangan takut sayang…kamu pasti ketagihan..hehehehe…” kata si codet

Tubuh Devi belum pulih dari tindihan si gendut, kini ia harus merasakan tindihan si codet, Devi hanya merintih putus asa.saat si gendut akhirnya keluar dari kamar itu, para pemburu yg lain mulai berani mendekati Devi. ada yg meremas dan menciumi buah dada Devi.

Ada yg menjilati leher dan telinganya, bahkan saat kontol si codet masih menancap di vaginanya, kontol yg lain memaksa masuk ke mulut Devi, dengan terpaksa dan menahan mual ia meng oral kontol yg bau dan dekil itu.

Kurang dari satu jam tubuh indah Devi , telah memar memar dan sperma hampir di sekujur tubuhnya, bahkan juga mengalir dari sela sela bibirnya, namun yg sedikit melegakan Devi , akhirnya mereka membiarkan ia beristirahat.

Ditinggal sendirian barulah Devi menangis sejadi jadinya, ia tak mengerti mengapa ia harus menjalani semua ini. Devi pun tak sadarkan diri. Devi tersadar saat merasakan guyuran air menerpa tubuhnya, ia melihat dirinya berada di kamar mandi, dan satpam tadi tengah memandikannya, tentu saja sambil dengan asyik memegang megang tubuh Devi, bahkan ia sempat memaksa Devi untuk mengulum kontolnya yg dengan terpaksa ia melakukan itu semua.

Sehabis mandi Devi diberi baju sebuah kimono yg super minim, kimono ini tak cukup menutupi tubuhnya, buah dadanya masih terlihat menonjol keluar, sedangkan paha mulusnya masih jelas terlihat. Devi di bawa ke ruang tengah, dan ia mendadak lemas saat melihat para pemerkosanya sudah menunggu dia , tanpa busana. “hehehehe…..babak kedua sayang…..” kata si gendut

“ampuun..jangan lagi…saya..tak sanggup..toolong….” Devi memelas.

“kalau begitu..kamu harus ikuti perintah kita…paham….atau kami perkosa lagi bergantian..” kata si gendut, Devi hanya mengangguk lesu.

“sekarang kemari dan berlutut….perintah si gendut, Devi dengan lesu mematuhinya.

segera setelah Devi berlutut , para pemburu itu mengelilinginya.

“nah sekarang…satu persatu kamu kulum dan sedot semua kontol ini sampai keluar…dan harus kamu telan..paham…?”

Devi terdiam dan mengangguk.

“bagus..ayo mulai…..”

dengan menahan jijik dimulai dari si gendut Devi mengulum kontol mereka, komentar nakal terus keluar dari mereka, mereka tertawa makin keras setiap Devi menahan muntah saat sperma mereka masuk ke dalam mulut Devi. sementara seluruh tubuhnya telah habis diremas dan dicubiti oleh mereka.

Tiba tiba, entah darimana datangnya, sekelompok suku asmat datang dan menyerang si gendut dan kawan kawannya, Devi hanya bisa menjerit jerit ketakutan saat hal itu terjadi, ia merasakan nasibnya akan lebih buruk. salah seorang dari suku asmat itu membawa Devi, ia coba berontak namun pegangan orang itu sangat kuat dan ia berbicara bahasa yg ia tak mengerti.

Ketika Devi merasa akan mengalami hal yg lebih buruk, ternyata suku asmat ini membawa Devi ke sbuah klinik dari sebuah yayasan sosial, orang orang disana segera menolongnya. dan dalam hitungan jam Devi sudah berada di helikopter yg membawanya ke rumah sakit di jakarta.

Di perjalanan Devi menangis, ia menangisi kawannya yg tewas di kecelakaan itu, ia menangisi nasibnya yg diperkosa beramai ramai, namun yg paling ia tangisi ialah ketika ia berprasangka buruk pada suku asmat yg menolongya, seandainya saja pada hari kedua saat pesawat itu ditemukan oleh suku asmat ia keluar…..maka ia tak akan mengalami pelecehan seksual yg tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya….ahhh..seandainya saja… Cerita Mesum, Cerita Porno, Cerita Sex Terbaru 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close Button
Situs Togel Terpercaya